Jumat, Agustus 28, 2015

Nama Saya Iin, Hanya Sempat Sekolah Sampai Kelas 1 SD ....

          Malam itu saya sedang dalam perjalanan pulang dari rumah kawan saat melihatnya duduk tertidur di bawah sebatang pohon di tepi jalan. Di depannya tergeletak bungkusan-bungkusan kerupuk. Di sekitarnya tampak sepi, kecuali kendaraan-kendaraan yang lewat di jalan itu. Dia masih sangat belia, kemungkinan belum 15 tahun umurnya. Tampak di wajahnya gurat-gurat kelelahan.
          Mungkin dia kelelahan dan butuh tumpangan, pikir saya. Saya pun memutar balik sepeda motor saya untuk mendekatinya. Sejenak saya amati dulu dirinya dan situasi sekitarnya dari seberang jalan. Banyak kendaraan yang berjalan melewatinya dan tidak mempedulikannya. Ketika ada mobil yang sedang parkir di seberang jalan dan cahaya lampunya menyoroti wajahnya, dia pun terbangun.
          Saya pun segera mendekatinya, dan bertanya dalam bahasa Sunda karena yakin bahwa dia adalah orang Sunda.
          "Mau ke mana, dik?"
          "Sedang berjualan di sini, pak."
          "Kok berjualan di tempat sepi begini? Sendiri?" tanya saya lagi.
          "Iya pak, mencoba saja," jawabnya. "Tadinya saya mau berjualan di pasar malam yang dekat kantor Pemkot. Tapi diganggu oleh anak-anak nakal di sana, dipaksa main, dan diancam. Daripada uang saya hilang, ya lebih baik saya pindah ke sini."
          "Adik rumahnya di mana?"
          "Di Cililin," jawabnya. Cililin adalah salah satu kecamatan di kabupaten Bandung Barat. Dari Cimahi jaraknya lumayan jauh.
          "Berangkat ke sini dengan siapa? Pulangnya bagaimana?" tanya saya lagi.
          "Sendiri saja. Nanti pulang juga sendiri, biasanya jam 11 malam. Paling, jalan kaki dari sini ke alun-alun Cimahi, dari situ naik minibus."
          "Berangkat dari rumah jam berapa?"
          "Pagi, pak"
          "Setiap hari berjualan begini?"
          "Iya pak."
          "Lho, tidak sekolah?" saya mulai menyelidik.
          "Ya tidak. Saya hanya sempat sekolah sampai kelas 1 SD."
          Dan dia pun bercerita, bahwa sejak kecil sering diajak berpindah-pindah tempat oleh ayahnya, sehingga tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Subhanallah.... Anak yang masih sangat belia ini harus berkorban demi keluarganya, mencari sesuap nasi, dan mengorbankan masa depannya sendiri.
          "Ini kerupuk berapa harganya? tanya saya.
          "Sepulu ribu dapat empat, pak," jawabnya.
          "Saya beli empat," kata saya. Sambil menyerahkan uang sepuluh ribu rupiah dan mengambil 4 bungkus kerupuk. Lalu saya berkata lagi kepadanya sambil menyerahkan sejumlah uang lainnya, "Dan ini untuk shadaqah saya. Diterima ya?"
          Agak ragu ia menerima pemberian saya. Tak lama kemudian ada pengendara sepeda motor yang berhenti dan membeli 2 bungkus kerupuk. Lalu sepasang suami-istri pengendara sepeda motor yang berhenti dan menanyakan kondisi si anak. Setelah saya jawab bahwa anak itu berjualan kerupuk di sini, maka mereka menyerahkan plastik keresek berisi nasi dengan lauk-pauknya kepada si anak. Kasihan, komentarnya kepada saya.
          Saya pun bersiap pergi meninggalkannya. Masih sempat saya bertanya kepadanya, "Siapa namanya, dik?"
          "Iin, pak."
          "Ini kerupuk mengambil dari mana?
          "Ini nenek saya di Cililin yang membuatnya. Saya menjualkannya, biasanya di seputar Cimahi saja."
          Saya pun pulang ke rumah. Hanya setengah jam di rumah, saya pergi lagi karena ada urusan ke rumah kawan yang lain. Dan saya berjalan melalui jalan yang tadi. Dan saya melihatnya lagi. Ya, melihat Iin si bocah penjual kerupuk itu. Tapi posisinya saat ini dalam posisi berbaring terlentang. Tanpa selimut, hanya beralaskan tanah.
          Masih sempat saya melihat seorang ibu-ibu yang membangunkannya untuk membeli kerupuknya. Saya yakin, mereka yang membeli kerupuk dari Iin bukan semata-mata ingin menikmati kerupuknya, tapi lebih didorong oleh rasa iba melihat kondisi Iin yang seperti itu.



          Nah, saya mengimbau, bagi yang melihat atau bertemu dengan Iin dengan membawa kerupuknya, belilah kerupuknya, dan berikan kepadanya uang yang lebih dari harga kerupuk yang anda ambil. Semoga menjadi amal shalih bagi anda, dan membantu keluarga Iin. Atau bagi yang mampu, tidak ada salahnya untuk membiayainya bersekolah atau mengikuti program Paket A (setara SD) dan Paket B (setara SMP).
          Selama berinteraksi dengannya yang hanya beberapa menit itu saya bisa memberikan penilaian bahwa dia anak yang jujur, baik, dan bertanggung jawab. Bahasa Sundanya halus dan sopan, tidak menggambarkan bahwa dia hanya sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 1 SD saja.
          Sepanjang malam itu saya merenung.... mungkin banyak juga Iin-Iin yang lain. Anak-anak miskin yang bernasib sama seperti Iin penjual kerupuk itu. Tentunya menjadi tanggung jawab kita untuk membantunya semampu kita.

(Cimahi, Bandung, 27 Agustus 2015)

Kamis, Agustus 27, 2015

Butuh Hewan Qurban?

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Bagi bapak / ibu / saudara yang membutuhkan hewan qurban tahun ini, kami menawarkan hewan qurban sapi dan domba murah, sehat, dan sesuai syari’at. Lokasi kandang berada di Dawuan, Subang, Jawa Barat. Harga saat ini lihat di brosur.
Ini adalah hewan qurban yang ditawarkan oleh SMK Peternakan Juara, Subang. Sekolah ini menggratiskan biaya pendidikan bagi para siswanya yang kebanyakan terdiri dari anak dari keluarga kurang mampu, dan mendapatkan bantuan dana operasional dari Majelis Ta’lim Karyawan PT Telkom (MTT). Jadi membeli hewan qurban di sini berarti sekaligus membantu sekolah. Semoga menjadi amal jariyah kita.
Sekolah yang digagas oleh RZ Indonesia ini, saat ini memiliki sekitar 70 orang siswa, dari kelas 10 sampai kelas 12, dan berlokasi di Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kamis, Mei 07, 2009

Info Beasiswa Depkominfo 2009 Gelombang III

Magister Teknologi Informasi UGM bekerjasama dengan Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menawarkan bantuan finansial melalui program beasiswa bagi para calon mahasiswa terpilih yang memiliki outstanding knowledge dan/atau skill dan bermotivasi besar untuk berkontribusi dalam pengembangan e-Government di Indonesia

more info : http://dikti.org/scholarship/?p=335

International Ibsen Scolarships
University of Ghana Graduate Fellowship Scheme 2009
Beasiswa Pemerintah Turki Tahun 2009-2010
Ph.D. Scholarships BI Norwegian School of Management
Summer School on Image & Robotics 2009

Sabtu, April 05, 2008

Korupsi di Indonesia Masih yang Tertinggi di Asia

SINGAPURA(SINDO) – Jajak pendapat lembaga riset The Political and Economic Risk Consultancy (PERC) menyebut Indonesia, bersama Filipina dan Thailand sebagai negara dengan aktivitas ekonomi terkorup di Asia.
PERC membuat pemeringkatan negara-negara dengan ekonomi paling bersih di 13 negara Asia. Dalam laporan tahunan itu, PERC tidak memasukkan Myanmar dan Bangladesh karena negara tersebut telah memiliki catatan yang buruk terkait korupsi.
”Korupsi tetap menjadi masalah, kendati kemajuan ekonomi di kawasan ini pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah secara umum masih kurang memiliki kehendak politik untuk mengatasi masalah itu,” ujar PERC. Sebanyak 1.400 orang dari berbagai negara menjadi responden dalam jajak pendapat yang digelar Januari–Februari 2008. Peringkat terburuk ditempati Filipina, diikuti Thailand, Indonesia, dan China.
”Filipina merupakan contoh paling buruk dalam masalah korupsi. Situasi di Filipina mungkin tidak terlalu buruk dibandingkan Indonesia dan Thailand, tapi korupsi di sana telah dipolitisasi dan didiskusikan di media, tidak seperti China dan Vietnam,” ungkap laporan PERC.
Filipina mendapat nilai 9,0 dari 10 poin dalam sistem pemeringkatan PERC. Nilai 0 diberikan pada negara paling bersih dan nilai 10 untuk yang paling buruk. Seperti dalam survei 2007, jajak pendapat tahun ini tetap menempatkan Thailand di peringkat kedua setelah Filipina. Thailand mendapatkan nilai 8,0 setelah militer yang melakukan kudeta pada 2006 gagal mengatasi masalah korupsi di negara tersebut.
”Perekonomian Thailand selama dua tahun terakhir menjadi salah satu ukuran terkait masalah politik dalam tuntutan skandal korupsi tokoh-tokoh terkenal (Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dan keluarganya),”papar PERC. Indonesia berada di bawah Thailand dengan nilai 7,98.
Menurut PERC, Indonesia telah melakukan perbaikan di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ”Meski demikian, persepsi bahwa pegawai negeri sipil sebagai salah satu bagian yang cenderung korup masih kuat,” ungkap PERC.
”Badan-badan pemeringkatan internasional mungkin telah menganggap Indonesia melakukan perbaikan serius, terutama dalam melihat upaya pemerintah mengatasi korupsi. Namun, masalah itu masih sangat serius,” ujar PERC. Nilai China semakin buruk menjadi 7,98 dari 6,29 tahun lalu. Ini menjadi petunjuk bahwa korupsi telah menyebar luas di China,m eski pemerintah berusaha memeranginya.
”Hukuman koruptor yang tertangkap mungkin sangat berat, tapi korupsi sudah menyebar sangat luas dan keuntungan yang didapat lebih besar daripada risiko tertangkapnya,” ujar PERC. Korupsi juga memburuk di Malaysia tahun ini, Nilainya 6,37, lebih buruk dibandingkan 2007, 6,25. Meski demikian, Malaysia tetap berada di peringkat keenam dalam jajak pendapat itu.
”Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi gagal melaksanakan janji memerangi korupsi. Kegagalan itu menjadi salah satu alasan mengapa koalisi berkuasa (Barisan Nasional) gagal mempertahankan mayoritas dua pertiga di parlemen dalam pemilu Sabtu (8/3),” ungkap PERC.
Menurut PERC, dalam Pemilu 2004, Badawi menjadikan pemberantasan korupsi sebagai tema utama kampanye. ”Kini Badawi harus menunjukkan keseriusannya memerangi korupsi dalam periode kedua sebagai PM,” desak PERC. Tak cukup beruntung, India mendapat nilai 7,25. Nilai India saat ini lebih buruk dibandingkan tahun lalu, 6,67.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, penempatan Indonesia sebagai salah satu negara dengan aktivitas ekonomi terkorup di Asia memang dapat dimaklumi.
”Memang, (berdasarkan) kondisi di lapangan, korupsi masih tinggi. Wajar jika asing melihat kita seperti itu,” katanya. Sofjan berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berperan lebih besar dalam memberantas korupsi. Menurut dia, selama ini korupsi tidak hanya terjadi di pusat, melainkan juga daerah. Hal ini memberatkan dunia usaha.
”Korupsi menyebabkan high cost economy. Hal ini sudah berkali-kali diutarakan oleh pengusaha. Iklim investasi belum kondusif karena praktik-praktik korupsi,” tandasnya. Menurut Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko, survei yang dilakukan PERC lebih mengedepankan responden dari kalangan bisnis. Karena itu, angka yang diterapkan dalam penilaian pun lebih berupa asumsi korupsi dalam ukuran imbasnya terhadap bisnis.
”Mereka yang menilai suatu negara korup atau tidak adalah para ekspatriat. Karena itu, yang dilihat oleh mereka adalah sejauh mana dunia investasi, kepastian hukum, dan birokrasi perizinannya. Kalau perizinan surat dalam investasi masih mengandung unsur korupsi, ya asumsi korupsi di negara ini tidak akan berubah jauh,” tutur Danang kepada SINDO kemarin
Dia menuturkan, asumsi korupsi dari lembaga survei tersebut baru bisa berubah secara drastis jika pemberantasan korupsi di Indonesia berdampak langsung pada dunia investasi. Hal itu bisa dilakukan dengan mempergencar upaya pemberantasan korupsi serta reformasi birokrasi di lembaga-lembaga yang berkaitan langsung dengan investasi seperti imigrasi dan perpajakan.
”Kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menangkap pelaku korupsi dari (Direktorat) Pajak atau Imigrasi, saya kira tahun depan juga asumsi lembaga survei tersebut tidak akan jauh beda dalam memberikan nilai,” ujarnya. Wakil Ketua Komisi III DPR Mulfachri Harahap tidak sepakat dengan hasil survei PERC tersebut. Sebab, parameter yang digunakan PERC tidak jelas.
”Kenapa angkanya tidak berubah secara signifikan dengan nilai tahun lalu? Padahal kan kita bisa lihat sendiri bagaimana pemberantasan korupsi yang dilakukan penegak hukum kita, khususnya yang dilakukan KPK,” ungkapnya. Bagi dia, lembaga riset tidak bisa begitu saja menempatkan Indonesia menjadi negara terkorup ketiga di Asia tanpa melihat hasil pemberantasan korupsi.
”Coba bandingkan dengan negara lain di Asia, mana ada yang penegak hukumnya sudah berani menyeret orang sekelas mantan Kapolri dan sejumlah kepala daerah ke penjara?” ujarnya. Karena itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyarankan agar masyarakat tidak terlalu terpengaruh dengan nilai yang dilansir lembaga riset tersebut.
”Walaupun tidak sepenuhnya salah, tapi jika dipercaya, saya pikir, justru akan menyesatkan karena akan membuat bangsa ini lebih tidak percaya diri,” katanya. (AFP/syarifudin/ rahmat sahid/ arif dwi cahyono)

Kamis, April 03, 2008

Tukang Ledeng dan Mercedes Benz

That's So Amazing. Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air di rumahnya. Kran air itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh. Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya.
Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk. Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman. Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz, pak tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi. Bos Mercy pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng.
Pada hari yang telah disepakati, si tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz untuk memperbaiki kran yang bocor. Setelah kutak sana kutak sini, kran pun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya. Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah? Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng. Mr. Benz menjawab ditelepon bahwa kran di rumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng.
Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya? Ya, namanya Christopher L. Jr. Saat ini beliau adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!
Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari:
1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita. Jangan pernah memberinya sampah.
2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita. Hadapi dia face to face!
3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan jadilah orang yang menyenangkan.
4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta.

Niscaya keberuntungan akan menyertai Anda, cepat atau lambat ... banyak ataupun sedikit ....

Kamis, Maret 20, 2008

PELAJARAN BERHARGA

Pelajaran Penting ke-1

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ?. Saya yakin soal ini cuma "bercanda".
Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.
Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "Hallo!" Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".

Pelajaran Penting ke-2

Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.
Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.
7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : " Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat... hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu" Tertanda Ny. Nat King Cole.
Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA

Pelajaran penting ke-3

Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10 tahunan masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya, "Berapa ya,... harga satu ice cream sundae?" katanya.
"50 sen..." balas si pelayan.
Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya....
"Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi.
Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.
"Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak" ......

Pelajaran penting ke-4

Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan. Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.
Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu.
Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.
Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.

Pelajaran penting ke-5

Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya.
Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".
Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar...katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter... ?"
Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.
Lihatlah... bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya.... ?

Pilihan anda memang cuma 2
1. Cukup berhenti samapi di sini
2. Forward ke siapa saja yang anda kasihi....

Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang.
Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan.
Joget & nyanyilah seolah tidak ada yang nonton.

.... DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG ....