SINGAPURA(SINDO) – Jajak pendapat lembaga riset The Political and Economic Risk Consultancy (PERC) menyebut Indonesia, bersama Filipina dan Thailand sebagai negara dengan aktivitas ekonomi terkorup di Asia.
PERC membuat pemeringkatan negara-negara dengan ekonomi paling bersih di 13 negara Asia. Dalam laporan tahunan itu, PERC tidak memasukkan Myanmar dan Bangladesh karena negara tersebut telah memiliki catatan yang buruk terkait korupsi.
”Korupsi tetap menjadi masalah, kendati kemajuan ekonomi di kawasan ini pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah secara umum masih kurang memiliki kehendak politik untuk mengatasi masalah itu,” ujar PERC. Sebanyak 1.400 orang dari berbagai negara menjadi responden dalam jajak pendapat yang digelar Januari–Februari 2008. Peringkat terburuk ditempati Filipina, diikuti Thailand, Indonesia, dan China.
”Filipina merupakan contoh paling buruk dalam masalah korupsi. Situasi di Filipina mungkin tidak terlalu buruk dibandingkan Indonesia dan Thailand, tapi korupsi di sana telah dipolitisasi dan didiskusikan di media, tidak seperti China dan Vietnam,” ungkap laporan PERC.
Filipina mendapat nilai 9,0 dari 10 poin dalam sistem pemeringkatan PERC. Nilai 0 diberikan pada negara paling bersih dan nilai 10 untuk yang paling buruk. Seperti dalam survei 2007, jajak pendapat tahun ini tetap menempatkan Thailand di peringkat kedua setelah Filipina. Thailand mendapatkan nilai 8,0 setelah militer yang melakukan kudeta pada 2006 gagal mengatasi masalah korupsi di negara tersebut.
”Perekonomian Thailand selama dua tahun terakhir menjadi salah satu ukuran terkait masalah politik dalam tuntutan skandal korupsi tokoh-tokoh terkenal (Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dan keluarganya),”papar PERC. Indonesia berada di bawah Thailand dengan nilai 7,98.
Menurut PERC, Indonesia telah melakukan perbaikan di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ”Meski demikian, persepsi bahwa pegawai negeri sipil sebagai salah satu bagian yang cenderung korup masih kuat,” ungkap PERC.
”Badan-badan pemeringkatan internasional mungkin telah menganggap Indonesia melakukan perbaikan serius, terutama dalam melihat upaya pemerintah mengatasi korupsi. Namun, masalah itu masih sangat serius,” ujar PERC. Nilai China semakin buruk menjadi 7,98 dari 6,29 tahun lalu. Ini menjadi petunjuk bahwa korupsi telah menyebar luas di China,m eski pemerintah berusaha memeranginya.
”Hukuman koruptor yang tertangkap mungkin sangat berat, tapi korupsi sudah menyebar sangat luas dan keuntungan yang didapat lebih besar daripada risiko tertangkapnya,” ujar PERC. Korupsi juga memburuk di Malaysia tahun ini, Nilainya 6,37, lebih buruk dibandingkan 2007, 6,25. Meski demikian, Malaysia tetap berada di peringkat keenam dalam jajak pendapat itu.
”Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi gagal melaksanakan janji memerangi korupsi. Kegagalan itu menjadi salah satu alasan mengapa koalisi berkuasa (Barisan Nasional) gagal mempertahankan mayoritas dua pertiga di parlemen dalam pemilu Sabtu (8/3),” ungkap PERC.
Menurut PERC, dalam Pemilu 2004, Badawi menjadikan pemberantasan korupsi sebagai tema utama kampanye. ”Kini Badawi harus menunjukkan keseriusannya memerangi korupsi dalam periode kedua sebagai PM,” desak PERC. Tak cukup beruntung, India mendapat nilai 7,25. Nilai India saat ini lebih buruk dibandingkan tahun lalu, 6,67.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, penempatan Indonesia sebagai salah satu negara dengan aktivitas ekonomi terkorup di Asia memang dapat dimaklumi.
”Memang, (berdasarkan) kondisi di lapangan, korupsi masih tinggi. Wajar jika asing melihat kita seperti itu,” katanya. Sofjan berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berperan lebih besar dalam memberantas korupsi. Menurut dia, selama ini korupsi tidak hanya terjadi di pusat, melainkan juga daerah. Hal ini memberatkan dunia usaha.
”Korupsi menyebabkan high cost economy. Hal ini sudah berkali-kali diutarakan oleh pengusaha. Iklim investasi belum kondusif karena praktik-praktik korupsi,” tandasnya. Menurut Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko, survei yang dilakukan PERC lebih mengedepankan responden dari kalangan bisnis. Karena itu, angka yang diterapkan dalam penilaian pun lebih berupa asumsi korupsi dalam ukuran imbasnya terhadap bisnis.
”Mereka yang menilai suatu negara korup atau tidak adalah para ekspatriat. Karena itu, yang dilihat oleh mereka adalah sejauh mana dunia investasi, kepastian hukum, dan birokrasi perizinannya. Kalau perizinan surat dalam investasi masih mengandung unsur korupsi, ya asumsi korupsi di negara ini tidak akan berubah jauh,” tutur Danang kepada SINDO kemarin
Dia menuturkan, asumsi korupsi dari lembaga survei tersebut baru bisa berubah secara drastis jika pemberantasan korupsi di Indonesia berdampak langsung pada dunia investasi. Hal itu bisa dilakukan dengan mempergencar upaya pemberantasan korupsi serta reformasi birokrasi di lembaga-lembaga yang berkaitan langsung dengan investasi seperti imigrasi dan perpajakan.
”Kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menangkap pelaku korupsi dari (Direktorat) Pajak atau Imigrasi, saya kira tahun depan juga asumsi lembaga survei tersebut tidak akan jauh beda dalam memberikan nilai,” ujarnya. Wakil Ketua Komisi III DPR Mulfachri Harahap tidak sepakat dengan hasil survei PERC tersebut. Sebab, parameter yang digunakan PERC tidak jelas.
”Kenapa angkanya tidak berubah secara signifikan dengan nilai tahun lalu? Padahal kan kita bisa lihat sendiri bagaimana pemberantasan korupsi yang dilakukan penegak hukum kita, khususnya yang dilakukan KPK,” ungkapnya. Bagi dia, lembaga riset tidak bisa begitu saja menempatkan Indonesia menjadi negara terkorup ketiga di Asia tanpa melihat hasil pemberantasan korupsi.
”Coba bandingkan dengan negara lain di Asia, mana ada yang penegak hukumnya sudah berani menyeret orang sekelas mantan Kapolri dan sejumlah kepala daerah ke penjara?” ujarnya. Karena itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyarankan agar masyarakat tidak terlalu terpengaruh dengan nilai yang dilansir lembaga riset tersebut.
”Walaupun tidak sepenuhnya salah, tapi jika dipercaya, saya pikir, justru akan menyesatkan karena akan membuat bangsa ini lebih tidak percaya diri,” katanya. (AFP/syarifudin/ rahmat sahid/ arif dwi cahyono)
Sabtu, April 05, 2008
Kamis, April 03, 2008
Tukang Ledeng dan Mercedes Benz
That's So Amazing. Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air di rumahnya. Kran air itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh. Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya.
Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk. Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman. Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz, pak tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi. Bos Mercy pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng.
Pada hari yang telah disepakati, si tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz untuk memperbaiki kran yang bocor. Setelah kutak sana kutak sini, kran pun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya. Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah? Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng. Mr. Benz menjawab ditelepon bahwa kran di rumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng.
Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya? Ya, namanya Christopher L. Jr. Saat ini beliau adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!
Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari:
1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita. Jangan pernah memberinya sampah.
2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita. Hadapi dia face to face!
3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan jadilah orang yang menyenangkan.
4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta.
Niscaya keberuntungan akan menyertai Anda, cepat atau lambat ... banyak ataupun sedikit ....
Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk. Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman. Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz, pak tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi. Bos Mercy pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng.
Pada hari yang telah disepakati, si tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz untuk memperbaiki kran yang bocor. Setelah kutak sana kutak sini, kran pun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya. Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah? Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng. Mr. Benz menjawab ditelepon bahwa kran di rumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng.
Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya? Ya, namanya Christopher L. Jr. Saat ini beliau adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!
Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari:
1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita. Jangan pernah memberinya sampah.
2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita. Hadapi dia face to face!
3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan jadilah orang yang menyenangkan.
4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta.
Niscaya keberuntungan akan menyertai Anda, cepat atau lambat ... banyak ataupun sedikit ....
Kamis, Maret 20, 2008
PELAJARAN BERHARGA
Pelajaran Penting ke-1
Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ?. Saya yakin soal ini cuma "bercanda".
Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.
Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "Hallo!" Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".
Pelajaran Penting ke-2
Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.
Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.
7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : " Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat... hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu" Tertanda Ny. Nat King Cole.
Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA
Pelajaran penting ke-3
Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10 tahunan masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya, "Berapa ya,... harga satu ice cream sundae?" katanya.
"50 sen..." balas si pelayan.
Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya....
"Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi.
Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.
"Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak" ......
Pelajaran penting ke-4
Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan. Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.
Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu.
Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.
Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.
Pelajaran penting ke-5
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya.
Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".
Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar...katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter... ?"
Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.
Lihatlah... bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya.... ?
Pilihan anda memang cuma 2
1. Cukup berhenti samapi di sini
2. Forward ke siapa saja yang anda kasihi....
Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang.
Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan.
Joget & nyanyilah seolah tidak ada yang nonton.
Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ?. Saya yakin soal ini cuma "bercanda".
Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong.
Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "Hallo!" Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".
Pelajaran Penting ke-2
Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.
Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.
7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : " Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat... hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu" Tertanda Ny. Nat King Cole.
Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA
Pelajaran penting ke-3
Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10 tahunan masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya, "Berapa ya,... harga satu ice cream sundae?" katanya.
"50 sen..." balas si pelayan.
Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya....
"Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi.
Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.
"Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak" ......
Pelajaran penting ke-4
Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan. Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.
Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu.
Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.
Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.
Pelajaran penting ke-5
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya.
Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".
Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar...katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter... ?"
Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.
Lihatlah... bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya.... ?
Pilihan anda memang cuma 2
1. Cukup berhenti samapi di sini
2. Forward ke siapa saja yang anda kasihi....
Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang.
Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan.
Joget & nyanyilah seolah tidak ada yang nonton.
.... DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG ....
Rabu, Maret 19, 2008
MENGELOLA GAJI MENJADI BISNIS
Oleh : Bambang Suharno
Berapakah pendapatan anda saat ini? Berapapun yang anda peroleh, semuanya bisa berpotensi dilipat gandakan. Anda yang merasa berpenghasilan pas-pasan kemungkinan mengatakan, "mana mungkin saya bisa melipatgandakan penghasilan melalui bisnis, sedangkan setiap bulan saya harus pinjam sana sini untuk menutupi kekurangan biaya hidup?"
Wahai para pembaca yang budiman, bila anda masih bermental karyawan, berapapun uang yang anda peroleh, hutang anda akan bertambah banyak. Bila anda punya gaji satu juta rupiah, anda pasti kekurangan haji. Anda akan membayangkan bahwa gaji Rp 2 juta akan lebih baik. Ternyata, ketika gaji anda 2 juta, keinginan anda malah melebihi 2 juta. Anda harus membeli sepeda motor dengan cara kredit. Gaji anda naik lagi menjadi 3 juta, anda mulai ambil kredit rumah. Gaji naik 4 juta dan seterusnya, anda mulai membayar cicilan mobil tiap bulan. Semakin tinggi gaji anda, hutang pun semakin banyak. Itulah mental pegawai.
Sebuah survey menunjukan bahwa eksekutif yang gajinya 15-20 juta, terancam jatuh miskin karena pengeluaran konsumtifnya sangat tinggi. Bahkan 60% dari pendapatannya tersebut digunakan untuk membayar cicilan hutang. Hutang konsumtif pula. Mental pegawai identik dengan mental konsumtif. Berapapun pendapatannya, akan digunakan untuk meningkatkan gaya hidup dimana semuanya memakan tambahan biaya berikutnya. Yang dibeli pegawai selalu meminta biaya. Semakin mahal mobil yang anda beli, semakin tinggi pula biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan. Beli rumah? Sama saja, makin mewah rumah yang anda beli, biaya pemeliharaannya juga semakin mahal. Lantas bagaimana sebaiknya mengelola penghasilan yang kita sebut gaji ?
Sebagaimana yang saya sampaikan di buku saya "Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol", orang bermental entrepreneur berbeda dengan orang yang bermental pegawai dalam hal cara mengeluarkan uang. Orang bermental pegawai selalu mengeluarkan uang untuk kepentingan konsumtif, sedangkan orang bermental entrepreneur selalu berusaha agar uang yang keluar bisa kembali lagi dalam jumlah yang lebih banyak. Dengan demikian orang bermental entrepreneur uangnya selalu diupayakan untuk produktif, karena pengeluaran konsumtif sebenarnya hanya meliputi sandang (pakaian), pangan dan papan (tempat tinggal).
Orang bermental pegawai selalu bekerja keras untuk mencari uang dan menghabiskannya untuk belanja barang konsumtif. Sedangkan orang bermental entrepreneur selalu berusaha sebagian uangnya bisa menjadi uang lagi. Orang bermental pegawai semua hutangnya dibayar dengan gaji, karena hutangnya berupa hutang konsumtif, sedangkan orang bermental entrepreneur boleh punya hutang, tapi hutangnya berupa hutang produktif, yakni hutang yang dibayar dari hasil bisnis.
Misalnya, hutang ke bank untuk membeli ruko, selanjutnya ruko digunakan untuk bisnis yang dapat menghasilkan sehingga dapat membayar cicilan hutang ke bank. Bagaimana caranya agar anda yang terbiasa hidup dengan pengeluaran yang konsumtif menjadi produktif?
Ikuti langkah berikut ini: 1. Disiplin untuk menyisihkan penghasilan anda, minimal 10%. Lakukanlah sekarang. Sisihkan setiap anda menerima gaji dengan memasukkan pada tabungan. Kebanyakan orang mau berniat menabung apabila ada sisa uang. Kenyataannya hampir tidak mungkin ada sisa uang yang bisa ditabung. Cara berpikirnya harus dibalik, sisihkan dulu uang untuk ditabung, barulah sisanya digunakan untuk kebutuhan harian.
2. Carilah peluang usaha yang memungkinkan anda tidak perlu mengelolanya setiap hari. Anda bilang sulit? Ya, sulit itu artinya pasti ada solusinya. Maka, carilah ilmu kepada orang yang berpengalaman mengelola bisnis tanpa harus mengelolanya setiap hari. Bacalah media tentang wirausaha, baca iklan peluang bisnis, ikuti seminar wirausaha. Kelak anda akan bertemu dengan banyak orang punya bisnis yang bisa membantu kesulitan anda.
3. Bergaullah dengan orang-orang yang telah memiliki mental entrepreneur. Dengan bergaul dengan orang bermental entrepreneur, anda akan mudah untuk mengembangkan mental entrepreneur, yakni mental untuk membuat orang menjadi produktif.4. Sedekahlah. Sumbangan merupakan wujud atau bukti bahwa anda memiliki rasa syukur atas rejeki yang anda peroleh. Sedekah juga membuat anda merasa punya kelebihan dibanding orang lain, dan kelak akan membuat anda lebih mudah dan bersemangat menggali penghasilan baru. Percaya atau tidak, lakukanlah, kelak anda akan merasakan banyak manfaatnya.
Banyak orang yang mendambakan pendapatan pasif dengan cara deposito di bank. Ini bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlanjur "kaya"sejak kecil. Bagi anda yang memulai karir dengan kondisi pas-pasan dan tidak mendapat warisan yang pantas didepositokan, tak perlu memikirkan cara menabung untuk mendapatkan passive income deposito. Karena berdasarkan perhitungan bunga bank normal, katakanlah 8% per tahun, maka untuk mendapatkan bunga deposito sebesar gaji anda sekarang, anda butuh waktu untuk menabung selama 25 tahun lebih dengan menyisihkan 20% penghasilan anda setiap bulan.
Apakah anda sanggup menyisihkan 20% gaji anda setiap bulan selama 25 tahun tanpa pernah diambil serupiahpun? Kemungkinannya sangat kecil bukan? Maka sebagaimana disebut di muka, anda harus disiplin menyisihkan uang penghasilan anda, yang kelak dapat digunakan untuk membuka bisnis. Itulah jalan terbaik untuk melipatgandakan penghasilan anda saat ini***
Bambang Suharno, penulis buku Best Seller "Langkah Jitu Memulai Bisnis dari NOL"
(Pesan Untuk Karyawan yang Ingin Punya Bisnis)
Bambang SuharnoDirektur Indonesian Entrepreneur Society (IES)
Email: bambangsuharno@telkom.net
http://bambangsuharno.multiply.com
Telp: 021.70228877
Berapakah pendapatan anda saat ini? Berapapun yang anda peroleh, semuanya bisa berpotensi dilipat gandakan. Anda yang merasa berpenghasilan pas-pasan kemungkinan mengatakan, "mana mungkin saya bisa melipatgandakan penghasilan melalui bisnis, sedangkan setiap bulan saya harus pinjam sana sini untuk menutupi kekurangan biaya hidup?"
Wahai para pembaca yang budiman, bila anda masih bermental karyawan, berapapun uang yang anda peroleh, hutang anda akan bertambah banyak. Bila anda punya gaji satu juta rupiah, anda pasti kekurangan haji. Anda akan membayangkan bahwa gaji Rp 2 juta akan lebih baik. Ternyata, ketika gaji anda 2 juta, keinginan anda malah melebihi 2 juta. Anda harus membeli sepeda motor dengan cara kredit. Gaji anda naik lagi menjadi 3 juta, anda mulai ambil kredit rumah. Gaji naik 4 juta dan seterusnya, anda mulai membayar cicilan mobil tiap bulan. Semakin tinggi gaji anda, hutang pun semakin banyak. Itulah mental pegawai.
Sebuah survey menunjukan bahwa eksekutif yang gajinya 15-20 juta, terancam jatuh miskin karena pengeluaran konsumtifnya sangat tinggi. Bahkan 60% dari pendapatannya tersebut digunakan untuk membayar cicilan hutang. Hutang konsumtif pula. Mental pegawai identik dengan mental konsumtif. Berapapun pendapatannya, akan digunakan untuk meningkatkan gaya hidup dimana semuanya memakan tambahan biaya berikutnya. Yang dibeli pegawai selalu meminta biaya. Semakin mahal mobil yang anda beli, semakin tinggi pula biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan. Beli rumah? Sama saja, makin mewah rumah yang anda beli, biaya pemeliharaannya juga semakin mahal. Lantas bagaimana sebaiknya mengelola penghasilan yang kita sebut gaji ?
Sebagaimana yang saya sampaikan di buku saya "Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol", orang bermental entrepreneur berbeda dengan orang yang bermental pegawai dalam hal cara mengeluarkan uang. Orang bermental pegawai selalu mengeluarkan uang untuk kepentingan konsumtif, sedangkan orang bermental entrepreneur selalu berusaha agar uang yang keluar bisa kembali lagi dalam jumlah yang lebih banyak. Dengan demikian orang bermental entrepreneur uangnya selalu diupayakan untuk produktif, karena pengeluaran konsumtif sebenarnya hanya meliputi sandang (pakaian), pangan dan papan (tempat tinggal).
Orang bermental pegawai selalu bekerja keras untuk mencari uang dan menghabiskannya untuk belanja barang konsumtif. Sedangkan orang bermental entrepreneur selalu berusaha sebagian uangnya bisa menjadi uang lagi. Orang bermental pegawai semua hutangnya dibayar dengan gaji, karena hutangnya berupa hutang konsumtif, sedangkan orang bermental entrepreneur boleh punya hutang, tapi hutangnya berupa hutang produktif, yakni hutang yang dibayar dari hasil bisnis.
Misalnya, hutang ke bank untuk membeli ruko, selanjutnya ruko digunakan untuk bisnis yang dapat menghasilkan sehingga dapat membayar cicilan hutang ke bank. Bagaimana caranya agar anda yang terbiasa hidup dengan pengeluaran yang konsumtif menjadi produktif?
Ikuti langkah berikut ini: 1. Disiplin untuk menyisihkan penghasilan anda, minimal 10%. Lakukanlah sekarang. Sisihkan setiap anda menerima gaji dengan memasukkan pada tabungan. Kebanyakan orang mau berniat menabung apabila ada sisa uang. Kenyataannya hampir tidak mungkin ada sisa uang yang bisa ditabung. Cara berpikirnya harus dibalik, sisihkan dulu uang untuk ditabung, barulah sisanya digunakan untuk kebutuhan harian.
2. Carilah peluang usaha yang memungkinkan anda tidak perlu mengelolanya setiap hari. Anda bilang sulit? Ya, sulit itu artinya pasti ada solusinya. Maka, carilah ilmu kepada orang yang berpengalaman mengelola bisnis tanpa harus mengelolanya setiap hari. Bacalah media tentang wirausaha, baca iklan peluang bisnis, ikuti seminar wirausaha. Kelak anda akan bertemu dengan banyak orang punya bisnis yang bisa membantu kesulitan anda.
3. Bergaullah dengan orang-orang yang telah memiliki mental entrepreneur. Dengan bergaul dengan orang bermental entrepreneur, anda akan mudah untuk mengembangkan mental entrepreneur, yakni mental untuk membuat orang menjadi produktif.4. Sedekahlah. Sumbangan merupakan wujud atau bukti bahwa anda memiliki rasa syukur atas rejeki yang anda peroleh. Sedekah juga membuat anda merasa punya kelebihan dibanding orang lain, dan kelak akan membuat anda lebih mudah dan bersemangat menggali penghasilan baru. Percaya atau tidak, lakukanlah, kelak anda akan merasakan banyak manfaatnya.
Banyak orang yang mendambakan pendapatan pasif dengan cara deposito di bank. Ini bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlanjur "kaya"sejak kecil. Bagi anda yang memulai karir dengan kondisi pas-pasan dan tidak mendapat warisan yang pantas didepositokan, tak perlu memikirkan cara menabung untuk mendapatkan passive income deposito. Karena berdasarkan perhitungan bunga bank normal, katakanlah 8% per tahun, maka untuk mendapatkan bunga deposito sebesar gaji anda sekarang, anda butuh waktu untuk menabung selama 25 tahun lebih dengan menyisihkan 20% penghasilan anda setiap bulan.
Apakah anda sanggup menyisihkan 20% gaji anda setiap bulan selama 25 tahun tanpa pernah diambil serupiahpun? Kemungkinannya sangat kecil bukan? Maka sebagaimana disebut di muka, anda harus disiplin menyisihkan uang penghasilan anda, yang kelak dapat digunakan untuk membuka bisnis. Itulah jalan terbaik untuk melipatgandakan penghasilan anda saat ini***
Bambang Suharno, penulis buku Best Seller "Langkah Jitu Memulai Bisnis dari NOL"
(Pesan Untuk Karyawan yang Ingin Punya Bisnis)
Bambang SuharnoDirektur Indonesian Entrepreneur Society (IES)
Email: bambangsuharno@telkom.net
http://bambangsuharno.multiply.com
Telp: 021.70228877
Sabtu, Maret 15, 2008
Lowongan Kerja
Office Promosi Ltd. perusahaan Jepang di Tokyo, mencari beberapa tenaga kerja Indonesia untuk client kami di Chiba, Jepang, sebuah Perusahaan dengan Modal Setor Usaha sekitar 150 juta yen (perusahaan skala menengah / UKM) di Sakura City, Chiba, Jepang, dengan nama initial depan perusahaan A (Maaf saya tak bisa ungkap nama lengkap, menyangkut confidential, info perusahaan ini di bawah).
Perusahaan ini beroperasi lebih dari 10 tahun. Rata-rata karyawannya berusia 55 tahun jadi ingin yang muda dan sangat tertarik TKI dari Indonesia. Perusahaan bergerak di bidang recycle produk dan makanan. Bagi yang terpilih akan dilakukan training sedikitnya seminggu di Bali.
Pekerjaan umumnya bukan di belakang meja, langsung di pabrik recycle. Tapi tidak menutup kemungkinan bekerja di belakang meja.
Usia antara 25-50 tahun, laki maupun wanita dan harus bisa berkomunikasi (lisan) dalam bahasa Jepang.
CV lengkap beserta fotonya kirimkan ke:
chiba@jepang.com
chiba(at)jepang.com
Maaf tidak ada korespondensi. Kalau ada kabar akan dikontak per email.
PENTING: Tuliskan nama milis ini (APICS-ID@yahoogroups.com) pada email anda.
Terima kasih
Office Promosi Ltd.
Tokyo
Japan
Perusahaan ini beroperasi lebih dari 10 tahun. Rata-rata karyawannya berusia 55 tahun jadi ingin yang muda dan sangat tertarik TKI dari Indonesia. Perusahaan bergerak di bidang recycle produk dan makanan. Bagi yang terpilih akan dilakukan training sedikitnya seminggu di Bali.
Pekerjaan umumnya bukan di belakang meja, langsung di pabrik recycle. Tapi tidak menutup kemungkinan bekerja di belakang meja.
Usia antara 25-50 tahun, laki maupun wanita dan harus bisa berkomunikasi (lisan) dalam bahasa Jepang.
CV lengkap beserta fotonya kirimkan ke:
chiba@jepang.com
chiba(at)jepang.com
Maaf tidak ada korespondensi. Kalau ada kabar akan dikontak per email.
PENTING: Tuliskan nama milis ini (APICS-ID@yahoogroups.com) pada email anda.
Terima kasih
Office Promosi Ltd.
Tokyo
Japan
Minggu, Maret 09, 2008
Indonesia Negara Terkorup di Dunia
Indonesia terkorup kedua di Asean, ketiga di Asia dan keenam di dunia. Hasil survei Transparansi Internasional yang dirilis di Jakarta Selasa 7/10/2003 menyebutkan Indonesia bersama Kenya merupakan negara paling korup keenam di dunia dari 133 negara dengan nilai index persepsi korupsi 1,9 dari rentang nilai 1 sampai 10. Di regional Asean Indonesia terkorup, kecuali dibanding Myanmar. Sementara di kawasan Asia, hanya Bangladesh dan Myanmar yang lebih korup dari Indonesia.
Di seluruh dunia, hanya ada beberapa negara yang masih lebih korup dari Indonesia, yakni Angola, Azerbaijan, Kamerun, Georgia, Tajikistan, Myanmar, Paraguay, Haiti, Nigeria dan Bangladesh. Sementara lima negara terbersih dari korupsi adalah Finlandi (9,7), Islandia (9,6), Denmark (9,5), Selandia Baru (9,5) dan Singapura (9,4).
Bukan kali ini saja hasil survei yang menggambarkan bahwa negara ini jawara dalam korupsi. Tapi bangsa ini seperti sudah tak punya rasa malu. Bukannya melakukan introspeksi malahan cenderung mempersalahkan proses dan hasil survei.
Yang paling menyedihkan, reformasi yang sudah bergulir hampir lima tahun dan salah satu agendanya memberantas KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), ternyata malah mempermarak korupsi, tidak lagi hanya kronis dalam tubuh birokrasi (eksekutif) melainkan juga mengganas dalam tubuh legislatif. Bahkan para aktivis (termasuk elemen mahasiswa) juga sudah ketagihan korupsi yang terindikasi dari maraknya demonstran bayaran.
Tapi tidaklah bijak bila kita larut dalam tradisi korup itu. Melainkan harus aktif, sekecil apa pun perannya, untuk menumbuhkan tradisi malu korupsi dan anti korupsi. Dimulai dari wacana -- seperti yang sudah dilakukan Kadin Indonesia dan NU-Muhammadiyah menyatakan perang terhadap korupsi -- sampai tindakan nyata yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Beberapa tokoh yang kami tampilkan pada Volume 05 ini juga berbicara tentang upaya pemberantasan korupsi. Pada Rubrik Tokoh Utama, Theo L. Sambuaga, yang kini menjabat Ketua DPP Partai Golkar dan pantas dijuluki sebagai pelaku (bukan sekadar penganut) prinsip kemajemukan, juga berbicara tentang langkah konkrit pemberantasan korupsi.
Begitu pula Betti Alisjahbana, Presiden Direktur IBM Indonesia, dalam Rubrik Tokoh Pilihan, dikenal sebagai seorang perempuan berwawasan teknologi yang juga konsern terhadap upaya pemberantasan korupsi. Ia menjadi Ketua Tim Dewan Juri Bung Hatta Anti Corruption Award yang setahun sekali memberikan penghargaan kepada mereka yang dikenal sebagai pribadi yang bersih dari praktik korupsi termasuk mereka yang berperan aktif memberikan inspirasi dan mempengaruhi masyarakat dan lingkungannya memberantas korupsi.
Selain itu, Muhammad Taufik yang kini menjabat Ketua KPU DKI Jakarta, aktif dalam LSM Pusat Pengkajian Jakarta yang konsern terhadap kebijakan-kebijakan publik. Pada Edisi ini juga kami sajikan Rubrik Opini para tokoh. Kali ini Rauf Purnama menyampaikan pikirannya tentang Pupuk dan Nilai Tambah. Ia menyarankan agar Depperindag mengembangkan industri pupuk majemuk untuk meningkatkan nilai tambah pertanian.
Dari TokohIndonesia.com
Di seluruh dunia, hanya ada beberapa negara yang masih lebih korup dari Indonesia, yakni Angola, Azerbaijan, Kamerun, Georgia, Tajikistan, Myanmar, Paraguay, Haiti, Nigeria dan Bangladesh. Sementara lima negara terbersih dari korupsi adalah Finlandi (9,7), Islandia (9,6), Denmark (9,5), Selandia Baru (9,5) dan Singapura (9,4).
Bukan kali ini saja hasil survei yang menggambarkan bahwa negara ini jawara dalam korupsi. Tapi bangsa ini seperti sudah tak punya rasa malu. Bukannya melakukan introspeksi malahan cenderung mempersalahkan proses dan hasil survei.
Yang paling menyedihkan, reformasi yang sudah bergulir hampir lima tahun dan salah satu agendanya memberantas KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), ternyata malah mempermarak korupsi, tidak lagi hanya kronis dalam tubuh birokrasi (eksekutif) melainkan juga mengganas dalam tubuh legislatif. Bahkan para aktivis (termasuk elemen mahasiswa) juga sudah ketagihan korupsi yang terindikasi dari maraknya demonstran bayaran.
Tapi tidaklah bijak bila kita larut dalam tradisi korup itu. Melainkan harus aktif, sekecil apa pun perannya, untuk menumbuhkan tradisi malu korupsi dan anti korupsi. Dimulai dari wacana -- seperti yang sudah dilakukan Kadin Indonesia dan NU-Muhammadiyah menyatakan perang terhadap korupsi -- sampai tindakan nyata yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Beberapa tokoh yang kami tampilkan pada Volume 05 ini juga berbicara tentang upaya pemberantasan korupsi. Pada Rubrik Tokoh Utama, Theo L. Sambuaga, yang kini menjabat Ketua DPP Partai Golkar dan pantas dijuluki sebagai pelaku (bukan sekadar penganut) prinsip kemajemukan, juga berbicara tentang langkah konkrit pemberantasan korupsi.
Begitu pula Betti Alisjahbana, Presiden Direktur IBM Indonesia, dalam Rubrik Tokoh Pilihan, dikenal sebagai seorang perempuan berwawasan teknologi yang juga konsern terhadap upaya pemberantasan korupsi. Ia menjadi Ketua Tim Dewan Juri Bung Hatta Anti Corruption Award yang setahun sekali memberikan penghargaan kepada mereka yang dikenal sebagai pribadi yang bersih dari praktik korupsi termasuk mereka yang berperan aktif memberikan inspirasi dan mempengaruhi masyarakat dan lingkungannya memberantas korupsi.
Selain itu, Muhammad Taufik yang kini menjabat Ketua KPU DKI Jakarta, aktif dalam LSM Pusat Pengkajian Jakarta yang konsern terhadap kebijakan-kebijakan publik. Pada Edisi ini juga kami sajikan Rubrik Opini para tokoh. Kali ini Rauf Purnama menyampaikan pikirannya tentang Pupuk dan Nilai Tambah. Ia menyarankan agar Depperindag mengembangkan industri pupuk majemuk untuk meningkatkan nilai tambah pertanian.
Dari TokohIndonesia.com
Langganan:
Postingan (Atom)
