Sabtu, April 05, 2008

Korupsi di Indonesia Masih yang Tertinggi di Asia

SINGAPURA(SINDO) – Jajak pendapat lembaga riset The Political and Economic Risk Consultancy (PERC) menyebut Indonesia, bersama Filipina dan Thailand sebagai negara dengan aktivitas ekonomi terkorup di Asia.
PERC membuat pemeringkatan negara-negara dengan ekonomi paling bersih di 13 negara Asia. Dalam laporan tahunan itu, PERC tidak memasukkan Myanmar dan Bangladesh karena negara tersebut telah memiliki catatan yang buruk terkait korupsi.
”Korupsi tetap menjadi masalah, kendati kemajuan ekonomi di kawasan ini pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah secara umum masih kurang memiliki kehendak politik untuk mengatasi masalah itu,” ujar PERC. Sebanyak 1.400 orang dari berbagai negara menjadi responden dalam jajak pendapat yang digelar Januari–Februari 2008. Peringkat terburuk ditempati Filipina, diikuti Thailand, Indonesia, dan China.
”Filipina merupakan contoh paling buruk dalam masalah korupsi. Situasi di Filipina mungkin tidak terlalu buruk dibandingkan Indonesia dan Thailand, tapi korupsi di sana telah dipolitisasi dan didiskusikan di media, tidak seperti China dan Vietnam,” ungkap laporan PERC.
Filipina mendapat nilai 9,0 dari 10 poin dalam sistem pemeringkatan PERC. Nilai 0 diberikan pada negara paling bersih dan nilai 10 untuk yang paling buruk. Seperti dalam survei 2007, jajak pendapat tahun ini tetap menempatkan Thailand di peringkat kedua setelah Filipina. Thailand mendapatkan nilai 8,0 setelah militer yang melakukan kudeta pada 2006 gagal mengatasi masalah korupsi di negara tersebut.
”Perekonomian Thailand selama dua tahun terakhir menjadi salah satu ukuran terkait masalah politik dalam tuntutan skandal korupsi tokoh-tokoh terkenal (Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dan keluarganya),”papar PERC. Indonesia berada di bawah Thailand dengan nilai 7,98.
Menurut PERC, Indonesia telah melakukan perbaikan di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ”Meski demikian, persepsi bahwa pegawai negeri sipil sebagai salah satu bagian yang cenderung korup masih kuat,” ungkap PERC.
”Badan-badan pemeringkatan internasional mungkin telah menganggap Indonesia melakukan perbaikan serius, terutama dalam melihat upaya pemerintah mengatasi korupsi. Namun, masalah itu masih sangat serius,” ujar PERC. Nilai China semakin buruk menjadi 7,98 dari 6,29 tahun lalu. Ini menjadi petunjuk bahwa korupsi telah menyebar luas di China,m eski pemerintah berusaha memeranginya.
”Hukuman koruptor yang tertangkap mungkin sangat berat, tapi korupsi sudah menyebar sangat luas dan keuntungan yang didapat lebih besar daripada risiko tertangkapnya,” ujar PERC. Korupsi juga memburuk di Malaysia tahun ini, Nilainya 6,37, lebih buruk dibandingkan 2007, 6,25. Meski demikian, Malaysia tetap berada di peringkat keenam dalam jajak pendapat itu.
”Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi gagal melaksanakan janji memerangi korupsi. Kegagalan itu menjadi salah satu alasan mengapa koalisi berkuasa (Barisan Nasional) gagal mempertahankan mayoritas dua pertiga di parlemen dalam pemilu Sabtu (8/3),” ungkap PERC.
Menurut PERC, dalam Pemilu 2004, Badawi menjadikan pemberantasan korupsi sebagai tema utama kampanye. ”Kini Badawi harus menunjukkan keseriusannya memerangi korupsi dalam periode kedua sebagai PM,” desak PERC. Tak cukup beruntung, India mendapat nilai 7,25. Nilai India saat ini lebih buruk dibandingkan tahun lalu, 6,67.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, penempatan Indonesia sebagai salah satu negara dengan aktivitas ekonomi terkorup di Asia memang dapat dimaklumi.
”Memang, (berdasarkan) kondisi di lapangan, korupsi masih tinggi. Wajar jika asing melihat kita seperti itu,” katanya. Sofjan berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berperan lebih besar dalam memberantas korupsi. Menurut dia, selama ini korupsi tidak hanya terjadi di pusat, melainkan juga daerah. Hal ini memberatkan dunia usaha.
”Korupsi menyebabkan high cost economy. Hal ini sudah berkali-kali diutarakan oleh pengusaha. Iklim investasi belum kondusif karena praktik-praktik korupsi,” tandasnya. Menurut Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko, survei yang dilakukan PERC lebih mengedepankan responden dari kalangan bisnis. Karena itu, angka yang diterapkan dalam penilaian pun lebih berupa asumsi korupsi dalam ukuran imbasnya terhadap bisnis.
”Mereka yang menilai suatu negara korup atau tidak adalah para ekspatriat. Karena itu, yang dilihat oleh mereka adalah sejauh mana dunia investasi, kepastian hukum, dan birokrasi perizinannya. Kalau perizinan surat dalam investasi masih mengandung unsur korupsi, ya asumsi korupsi di negara ini tidak akan berubah jauh,” tutur Danang kepada SINDO kemarin
Dia menuturkan, asumsi korupsi dari lembaga survei tersebut baru bisa berubah secara drastis jika pemberantasan korupsi di Indonesia berdampak langsung pada dunia investasi. Hal itu bisa dilakukan dengan mempergencar upaya pemberantasan korupsi serta reformasi birokrasi di lembaga-lembaga yang berkaitan langsung dengan investasi seperti imigrasi dan perpajakan.
”Kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menangkap pelaku korupsi dari (Direktorat) Pajak atau Imigrasi, saya kira tahun depan juga asumsi lembaga survei tersebut tidak akan jauh beda dalam memberikan nilai,” ujarnya. Wakil Ketua Komisi III DPR Mulfachri Harahap tidak sepakat dengan hasil survei PERC tersebut. Sebab, parameter yang digunakan PERC tidak jelas.
”Kenapa angkanya tidak berubah secara signifikan dengan nilai tahun lalu? Padahal kan kita bisa lihat sendiri bagaimana pemberantasan korupsi yang dilakukan penegak hukum kita, khususnya yang dilakukan KPK,” ungkapnya. Bagi dia, lembaga riset tidak bisa begitu saja menempatkan Indonesia menjadi negara terkorup ketiga di Asia tanpa melihat hasil pemberantasan korupsi.
”Coba bandingkan dengan negara lain di Asia, mana ada yang penegak hukumnya sudah berani menyeret orang sekelas mantan Kapolri dan sejumlah kepala daerah ke penjara?” ujarnya. Karena itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyarankan agar masyarakat tidak terlalu terpengaruh dengan nilai yang dilansir lembaga riset tersebut.
”Walaupun tidak sepenuhnya salah, tapi jika dipercaya, saya pikir, justru akan menyesatkan karena akan membuat bangsa ini lebih tidak percaya diri,” katanya. (AFP/syarifudin/ rahmat sahid/ arif dwi cahyono)

Kamis, April 03, 2008

Tukang Ledeng dan Mercedes Benz

That's So Amazing. Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air di rumahnya. Kran air itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh. Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya.
Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk. Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman. Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz, pak tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi. Bos Mercy pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng.
Pada hari yang telah disepakati, si tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz untuk memperbaiki kran yang bocor. Setelah kutak sana kutak sini, kran pun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya. Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah? Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng. Mr. Benz menjawab ditelepon bahwa kran di rumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng.
Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya? Ya, namanya Christopher L. Jr. Saat ini beliau adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!
Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari:
1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita. Jangan pernah memberinya sampah.
2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita. Hadapi dia face to face!
3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan jadilah orang yang menyenangkan.
4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta.

Niscaya keberuntungan akan menyertai Anda, cepat atau lambat ... banyak ataupun sedikit ....